wibiya widget

rss

site INDICATOR

Social Bookmarking

my THOUGHT

Apakah salah menegur orang yang mengambil buah mangga di pekarangan rumah kita ? Apakah salah menegur teman yang meminjam barang kita namun tidak kunjung dikembalikan ? Apakah salah menuntut hak cipta dari sebuah karya yang kita buat ? Lalu dimana salahnya, MENGULTIMATUM NEGARA TETANGGA yang gemar mengusik ketenteraman negara kita ? Semut saja akan marah apabila diusik, apakah bangsa ini berada dibawah bangsa semut ?

AROUND me

Sunday, July 05, 2009

Dimana Pialaku ?

ANTz wrote 8:58 AM 7/5/2009

Ketika itu aku sedang berlari
Berlari... berlari...
dan terus berlari...
Nun jauh disana,
aku melihat sebuah piala
Aku tersenyum, yah... piala itu
Dan aku terus berlari...
Hingga mendapatkannya

Braaaak... Bummmm...
Aku mendapati diriku terpelanting
jatuh hingga terduduk
Aku melihat sekelilingku
Tidak ada... tidak ada... sesuatupun
Sejenak aku terdiam
Akh... mungkin hanya khayalan
Aku melihat pialaku,
bersinar diguyur mentari
Aku kembali bangkit
Duuug... terjatuh
Aku mencoba bangun
Braaaak... kembali jatuh
Dan untuk kesekian kalinya
Bummmm...
Aku terhempas...
terhempas hingga memeluk bumi

Mentari terus berputar
Dan bulan pun datang kembali
Kedua penguasa datang silih berganti
Aku mendapati diriku masih memeluk bumi

Beragam manusia melewatiku
menuju piala mereka masing-masing
Riang raut muka terpancar erat
kaum muda...
kaum paruh baya...
jompo manula...
teruna-teruna...
Bercengkrama, memimpikan asa

Aku masih terbenam disana
gundah gulana memecah langit
merutuki ketidaknyanaan
keluh kesah menggapai Penguasa

Hingga mahluk-mahluk itu datang
mencandaiku, mengajakku bermain...
Di tengah lelapku
aku bermain,
menikmati kembali masa kecilku
Di tengah gundahku
aku bermimpi,
memimpikan bintang di langit
Di mana pialaku ?
Aku tidak melihatnya lagi
Aku tidak peduli lagi

Kami terus bermain
mencari hal-hal baru
berburu petualangan lain
menikmati kegembiraan

Akh... aku melupakan segalanya
Aku terseret dalam kepolosan
Aku terhanyut dalam keluguan
Seakan hari tidak pernah habis

Sampai di satu masa
Aku mendapati diriku
Berdiri...
Berjalan...
Tertatih...

Akh... piala itu kembali terlihat
Beragam manusia berlaku sama
Terhipnotis oleh keberadaan
kedagingan kembali merasuk
Aku ingin berlari...
Berlari... yah.. berlari...
TIDAK, aku tidak ingin berlari lagi
Aku ingin terbang...
benar... terbang
seperti rajawali
perkasa menantang langit

Aku melupakan segalanya
piala itu kembali membiusku
melayang mengawang-awang
melupakan apa yang ada dalam tubuhku
ketidaksempurnaan yang absolut

Aku lupa
bahwa aku bisa terjatuh
Aku lupa
bahwa aku bisa terjerembab
Aku lupa
bahwa aku bisa terkulai

Aku lupa dari semuannya itu
bahwa di dalam kelemahanku
kuasa-Nya menjadi sempurna

Piala itu tetap menggodaku
mengajarku menyadari segala sesuatu
ketenangan adalah senjataku
kesabaran adalah perisaiku
kegembiraan adalah obatku
kelemahan adalah kekuatanku

Saat aku perkasa, aku akan terbang
Saat aku kuat, aku akan berlari
Saat aku lemah, aku akan berjalan
Saat aku sakit, aku akan berdiam

Kemanakah aku dapat pergi
menjauhi sang Penguasa
Jika aku mendaki ke langit,
Engkau ada di sana
Jika aku terbang dengan sayap fajar,
Engkau akan menuntun aku,
Jika aku membuat kediaman di ujung laut,
Engkau memegang aku.


with respect

:> ANTz
Read More :>

Friday, July 03, 2009

Bebe's Dance

Little Body Shake
perform by Bebe (3 years old)
choreographer by nobody
shoot by his uncle

with respect
:> ANTz

Read More :>

Flu Babi (Swine Influenza)

ANTz wrote 6:59 PM 4/28/2009

Tulisan ini gue buat karena awalnya pengen tahu tentang kabar Flu Babi, mengingat pengalaman Flu Burung yang sudah terlanjur masuk ke negeri tercinta ini maka gue mencari informasi dari beberapa situs yang cukup terpercaya. Karena bahasa Inggris yang agak terbatas mohon maaf apabila ada kesalahan penerjemahan.

Ini beberapa update terakhir yang gue ambil dari beberapa sources diantaranya :
Sayang untuk situs WHO Indonesia yakni : http://www.who.or.id/ind/index.asp. BELUM atau TIDAK ADA informasi yang memadai.

BERIKUT RANGKUMANNYA :
Flu babi adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.

PETA PENYEBARAN :

  • hitam : dipastikan ada kasus dengan kematian
  • merah : dipastikan ada kasus
  • jingga : belum dipastikan atau dicurigai ada kasus
INFORMASI LAIN :
  • negara-negara yang sudah ter-identifikasi : Mexico, United States, Canada, New Zealand, Spain, Israel & Chile
  • contact number : +41 22 7912222 (WHO headquarter / internasional call)
  • dokumentasi lengkap [pdf file 57kb] : http://www.who.int/entity/csr/swine_flu/swine_flu_faq.pdf

SEDANGKAN ini pernyataan dari pemerintah Indonesia :

“Yang terjangkit itu gabungan antara flu babi biasa, flu babi asia yang telah bermutasi. Sudah ada konfirmasi, flu babi terjadi pada negara yang beriklim subtropis dan 4 musim. Belum ada ditemui flu babi di daerah negara tropis. Jadi kita tidak perlu panik,” papar Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Ical dalam jumpa pers usai rapat koordinasi di kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2009).

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Siti Fadilah Supari menambahkan angka kematian H5N1 (flu burung) akan jauh lebih tinggi 80 sampai 90 persen dibanding H1N1 (flu babi) yang hanya berkisar pada 6,4 persen.

“Itu terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Kan negara kita sudah panas terus. Jadi tidak usah panik,” ujar Siti.

HANYA SAJA dari website

http://www.pork.org/PorkScience/Documents/PUBLICHEALTH%20influenza.pdf, ditemukan kalimat ini : “The focus of such reassortment has historically been in Southeast Asia, the proposed “influenza epicenter,” because agricultural practices in this region brought pigs, people and ducks into close contact with one another. However, it is now clear that influenza virus reassortment in pigs can occur anywhere in the world, as evidenced by reassortant viruses isolated from pigs in Europe and, most recently, in the United States.”

DAN DARI SITUS INI

http://www.cdc.gov/swineflu/key_facts.htm, kembali terdapat fakta; “In September 1988, a previously healthy 32-year-old pregnant woman was hospitalized for pneumonia and died 8 days later. A swine H1N1 flu virus was detected. Four days before getting sick, the patient visited a county fair swine exhibition where there was widespread influenza-like illness among the swine.”

POINNYA ADALAH :

  • Negara-negara di Asia Tenggara ditengarai sebagai “episentrum atau pusat influenza”
  • Hewan ternak atau peliharaan terdapat diseluruh dunia jadi kemungkinan terjadi kasus tetap ada.
  • Walaupun tidak pernah terjadi musim gugur atau musim dingin penularan dari manusia ke manusia bisa terjadi walaupun faktanya masih sedikit.
  • Tindakan preventif mungkin lebih baik sebelum terjadi wabah. Dari sumber yang ada diketahui bahwa virus akan terus bermutasi menjadi jenis lain yang bisa saja lebih membahayakan.


with respect

:> ANTz


Read More :>

Work Very Hard – Play None



Gambar ini adalah seorang pemulung yang sudah cukup berumur. Beliau hampir tiap hari melintasi tempat gue. Dibanding pemulung lain yang sering lewat, karung bawaan bapak hampir dipastikan selalu penuh. Karena penasaran maka gue ambil gambar beliau. Salut buat bapak !!


with respect

:> ANTz

Read More :>

Serba Salah

ANTz wrote 11:09 AM 4/27/2009

Phhhuuihh... pagi ini, bangun agak kesiangan. Setelah memperbaiki diri sendiri sejenak, gue beranjak ke home base gue yang engga jauh dari rumah. Sekitar jam 9.30 WIB, anak-anak udah pada datang, gue masih agak males-malesan. Sekitar jam 10.00 WIB, datang seseorang wanita muda, sebut aja namanya Mamanya si Z. Biasanya dia menemani anak asuhnya untuk bermain. Seperti biasanya kami mengobrol, awalnya dia nanya apakah gue mengetahui soal IC (sejenis komponen elektronika). Gue jawab sekenanya bahwa IC itu biasa harganya mahal.

"Emang kenapa mbak ?" tanya gue
"Itu kemarin abis betulin TV, kok engga berapa lama udah diservis kok rusak lagi" jawabnya
"Oooh gitu, emang siapa yang benerin ?" tanya gue
"Itu tetangga saya" katanya

Rumah Mamanya si Z ini emang agak jauh dari tempat usaha gue, dan disekitarnya tidak ada tempat servis TV.

"Mungkin diboongin mbak" kata gue sekenanya
"Lho gimana, engga diboongin, orang dia yang cerita" kata Mamanya si Z
"Jadi bukan tetangga mbak yang servis ? tanya gue bingung
"Engga, yang punya TV itu tetangga saya, trus dibenerin TV disitu... tuh diujung sana" (seraya dia menunjuk ke depan).
"Masak baru seminggu diservis udah rusak lagi" lanjutnya ketus

Memang dari tempat gue yang tepat berada di siku jalan terlihat tempat servis TV tersebut. Dan tempat itu memang baru sekitar sebulan ada daerah ini.

"Ooohh... disitu" jawab gue.
Abis nih dalam hati..... panjang nih urusannya. Tahu kenapa ???
Di tempat gue itu ada 3 ruangan, yaitu ruang depan, ruang tengah dan ruang belakang. Kecuali ruang belakang, kedua tempat lainnya gue gunakan sebagai tempat usaha. Nah tempat gue ngobrol itu di sebelah depan yang dapat melihat kearah jalan. Sedangkan di ruang tengah, ada beberapa orang yang sedang bermain, dan... SALAH SATUNYA anak tertua (laki-laki) dari empunya servis TV tadi. Usianya mungkin sekitar 19-20 tahun, yaaah... bisa dibilang anak muda. Dan anak muda biasanya "darahnya juga muda". Panjang kan urusannya.

Dalam hati gue mulai diliputi kerisauan, apa yang harus gue lakukan atau apa yang harus gue ucapkan ??? Gue berusaha untuk memberi kode pada ibu muda ini, tapi sayangnya usaha gue sia-sia. Pindah topik obrolan, sulit. Gimana engga sulit wong gue harus dengerin curhat seseorang yang merasa dibohongi, yang keluar bagai senapan mesin. Kalo engga gue tanggapin juga engga enak, wong orang curhat masa di engga ditanggapin. Klo ditanggapin... anak muda itu masih merah kupingnya atau bisa-bisa ada Perang Lokal nih ditempat gue. Duuuh.... mana banyak anak-anak kecil. Akhirnya gue menanggapi secara hati-hati curhatan Mamanya si Z, sangat hati-hati walaupun gue akui ada beberapa pernyataan yang salah juga (setelah gue pikirkan beberapa saat kemudian).

Sekitar 10 menit (waktu yang cukup lama untuk menjaga perasaan seseorang yang ayahnya dijelek-jelekkan), gue coba mendengarkan sekaligus mengarahkan pertanyaan dan pernyataan ke arah yang lebih netral. Seperti bagaimana kondisi TV-nya mungkin sudah uzur atau mungkin IC-nya sulit ditemukan dan lain sebagainya tanpa sebaik mungkin menghindari pernyataan yang menyudutkan pelayanan servis TV yang jelas-jelas ada salah satu keluarganya dan HANYA 3 METER dari kami bicara. Tanpa sengaja gue sempat melihat, sekilas kepala si anak muda ini melihat dari ruang tengah ke arah ruang depan. Gue yakin dia ingin tahu siapa yang buat panas hatinya. Kebetulan posisi duduk saat itu gue mengarah ke ruang tengah (emang sengaja !!!) dan Mamanya si Z ini melihat ke arah pintu masuk, jadi dia tidak melihat gerakan anak muda tadi.

Setelah anak yang diasuhnya selesai, ibu muda ini pun beranjak pergi. Dan gue ??? Di depan layar monitor komputer, gue berusaha melanjutkan desain-desain yang belum selesai. Taoi, kok mentok yah... Jujur awalnya, perasaan gak enak itu karena gue mementingkan usaha. Keduanya merupakan konsumen dan konsumen itu bagaimanapun caranya harus dijaga, tidak boleh ada yang hilang. Tapi ada satu hal lain yang buat hati gue engga enak, satu hal itu adalah bagaimana perasaan gue kalau disakiti dengan cara seperti itu ??? Masih gue merasa sangat marah. Hmmm... gue harus melakukan sesuatu, mengguyur segayung air dingin keatas kepala yang panas, tentunya pasti basah :). Bagaimana caranya ??? Gue mencoba beranjak ke ruang tengah, pura-pura mengecek keadaan, trus secara becanda gue nyeletuk .... "Bokap loe diomongin tuh tadi". Tapi gak ditanggapi sama anak muda ini. Gawat dalam hati... trus gue balik ke depan komputer untuk mencoba melanjutkan kerjaan. Lagi-lagi bukannya membaik malah makin ga enak... Wuaaaah cara ringan gak mempan nih... Lama gue terdiam sambil mencoba berpikir apa yang harus dilakukan.

Sudahlah gue minta maaf aja... begitu pikir gue pendek. Tapi tunggu dulu, tadi bukan kesalahan gue. Masak gue yang harus minta maaf. Lama gue tercenung, berpikir betapa gak enaknya minta maaf. Untuk kesalahan kita saja seringkali berat tapi ini untuk kesalahan orang lain. Akhirnya kata-kata ini melintas di benak gue : "Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat". Gue tersenyum, bukankah itu pengalaman lagi buat gue... kenapa tidak ???

Phhh... gue harus ngomong ama tuh anak, tapi kali ini dengan hati. Beberapa saat gue menunggu waktu yang tepat untuk bicara, gue harus jaga perasaannya. Kalau sudah sepi baru gue ajak ngomong. Sekitar 30 menit waktu itu tiba, gue beranjak ke ruang tengah. Gue duduk trus membuka pembicaraan...

"Maaf yah... kalau tadi loe harus mendengar obrolan tadi"
Dia tidak langsung menjawab
"Tadi loe udah dengarkan, orangtua loe diomongin ?" tanya gue
"Iya sih, cuman kan bokap gue udah kasih tau TV-nya udah tua. Trus IC-nya itu kebetulan gue sendiri yang beli di Rawa Kopi dan itu baru. Emang TV-nya aja yang udah tua" kata dia meyakinkan
"Iya, gue tau kok. Gitulah klo kita buka usaha, orangtua loe, gue atau orang lain. Kalo pelayanan kita jelek pasti diomongin orang" jawab gue berusaha sehalus mungkin.

Gue melihat ada kegeraman di matanya. Dia pun berusaha meyakinkan gue bahwa dia dan bapaknya menjalankan usaha dengan jujur. Gue tahu dia engga mau keluarganya dipermalukan dan itu sangat-sangat menyakitkan. Menyakitkan bukan hanya menyakiti perasaan tapi lebih dari itu karena itu tempat mencari nafkah. Bagaimana kalau di daerah ini tidak percaya lagi dengan usaha bapaknya. Oh... Lord, i'm understand now.

Sejenak, ada perasaan tenang dalam diri gue. Yaah, minta maaf memang sulit, tapi setelah itu seperti ada air dingin yang menyiram kepala gue. You know what... setelah itu adik laki-lakinya datang dan diberi tambahan duit untuk main di unit yang lain. Saat gue masih menulis ini kedua bersaudara itu masih bermain, paling engga, gue udah bisa mendengar suara mereka bercanda. Gue engga tahu nanti, lusa... atau kapan pun, apakah anak muda ini akan menceritakan peristiwa ini kepada keluarganya terutama ayahnya atau nanti melarang untuk kembali tempat gue. Gue hanya berharap bahwa dia belajar bahwa seringkali kita harus menerima keluhan, kritik bahkan cemoohan orang. Namun satu hal bahwa perlu jiwa besar disana atau dalam bahasa gue kasih.

Hari ini gue kembali belajar :
  1. Bahwa teramat sulit menempatkan diri, ketika mendapati diri kita mendengarkan curhat seseorang sedangkan subyeknya berada di sekitar kita.
  2. Untuk meminta maaf bukan karena kesalahan yang gue lakukan tapi oleh orang lain. Hal itu ternyata cukup sulit.
  3. Bahwa apa yang kita keluarkan dari mulut, bisa fatal akibatnya tanpa disadari.
Dan, tepat ketika gue menyelesaikan tulisan ini, dua bersaudara itu telah beranjak pergi ...

Tak seorang pun dapat memahami hati manusia kecuali jika dia memiliki simpati yang didasari oleh kasih - Henry Ward Beecher


with respect

:> ANTz
Read More :>

Current CO2 level in the atmosphere

 

Media Content

Tab 2.1
Tab 2.2
Tab 2.3
Tab 3.1
Tab 3.2
Tab 3.3

Followers